MAKASSAR — Tingginya angka kejadian katarak di Sulawesi Selatan menjadi perhatian serius berbagai pihak. Mengangkat isu krusial tersebut, stasiun televisi daerah TVRI Sulawesi Selatan menyiarkan rubrik kesehatan dengan menggandeng Rumah Sakit Mata Makassar dalam Edukasi Kesehatan Mata Khususnya dalam Penanganan Penyakit Katarak.
Berdasarkan data kesehatan daerah, katarak masih menjadi penyebab utama gangguan penglihatan dan kebutaan yang sebetulnya dapat disembuhkan. Paparan sinar matahari yang intensif di daerah pesisir, faktor usia, serta komplikasi penyakit seperti diabetes melitus menjadi pemicu utama tingginya kasus ini di Sulawesi Selatan.

Dalam Rubrik Kesehatan tersebut, Tim Medis Rumah Sakit Mata Makassar menegaskan komitmen rumah sakit untuk menghadirkan layanan bedah katarak modern yang aman, cepat, dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.
"Katarak bukan kondisi yang harus ditakuti, melainkan harus segera ditangani sebelum memperburuk kualitas hidup pasien. Di RUMAH SAKIT Mata Makassar, kami telah menerapkan teknologi phacoemulsification (operasi katarak tanpa jahit/laser) yang memungkinkan proses pemulihan pasien berjalan jauh lebih singkat," ujar dr. Aryanie Nurtania, Sp.M, M.Kes saat menanggapi pertanyaan dari Host Rubrik Kesehatan TVRI Sulsel.
Selain menyediakan layanan rutin harian dan penerimaan pasien BPJS Kesehatan, RUMAH SAKIT Mata Makassar juga aktif berkolaborasi dengan pemerintah daerah, organisasi profesi, dan lembaga sosial untuk menyelenggarakan program edukasi kesehatan mata serta bakti sosial operasi katarak gratis secara berkala.
Melalui penayangan informasi ini di Rubrik Kesehatan TVRI Sulsel, masyarakat Sulawesi Selatan diimbau untuk tidak ragu memeriksakan kesehatan mata sejak dini. Bagi masyarakat yang mengalami keluhan penglihatan kabur, silau, atau muncul kabut putih pada selaput mata, dapat segera mendatangi Rumah Sakit Mata Makassar untuk mendapatkan penanganan medis secara optimal.

