Tetes mata adalah sediaan steril yang berbentuk larutan atau suspensi, digunakan untuk mengatasi gangguan pada mata melalui pengaplikasian di selaput lendir mata. Obat tetes mata sering digunakan untuk membantu mengatasi berbagai keluhan mata, mulai dari mata kering hingga kondisi tertentu yang membutuhkan obat khusus. Namun, penggunaannya tidak boleh dilakukan sembarangan. Cara meneteskan obat yang kurang tepat dapat membuat obat tidak masuk ke mata dengan baik, meningkatkan risiko kontaminasi, atau membuat dosis obat yang diterima mata tidak sesuai.
Obat tetes mata termasuk obat steril, maka untuk mecegah kontaminasi, ujung wadah obat jangan terkena permukaan lain dan tutup rapat sesudah digunakan.
Lalu bagaimana cara menggunakan obat tetes mata yang benar?
1. Cuci tangan terlebih dahulu
Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum menggunakan obat tetes mata, kemudian keringkan. Langkah sederhana ini penting untuk mengurangi risiko kotoran atau mikroorganisme berpindah dari tangan ke mata maupun ke ujung botol obat.
2. Periksa obat sebelum digunakan
Pastikan obat yang digunakan sesuai dengan anjuran dokter atau petunjuk pada kemasan. Periksa tanggal kedaluwarsa (beyond use date) obat setelah kemasan dibuka. Kemasan minidose biasanya dapat digunakan maksimal 3 hari setelah kemasan dibuka. Sedangkan kemasan tetes mata eye drop botol pada umumnya dapat digunakan maksimal 30 hari setelah kemasan dibuka. Jika obat memiliki perubahan warna, bau, atau bentuk yang tidak biasa, jangan digunakan sebelum memastikan keamanannya.
3. Posisikan kepala dengan benar
Miringkan kepala sedikit ke belakang dan arahkan pandangan ke atas. Dengan satu tangan, tarik perlahan kelopak mata bagian bawah hingga membentuk kantong kecil. Tangan lainnya digunakan untuk memegang botol obat.
4. Teteskan sesuai dosis
Dekatkan ujung botol ke mata tanpa menyentuh permukaan mata, kelopak, bulu mata, atau kulit. Teteskan sesuai jumlah yang dianjurkan. Setelah itu, tutup mata secara perlahan. Jangan berkedip berulang kali atau memejamkan mata terlalu kuat karena dapat membuat obat keluar dari mata.
5. Jangan menyentuhkan ujung botol ke mata
Ujung botol yang menyentuh mata atau permukaan lain dapat terkontaminasi. Kontaminasi tersebut berpotensi menyebabkan obat tidak lagi steril dan meningkatkan risiko infeksi. Karena itu, usahakan ujung botol tetap bersih dan tidak menyentuh permukaan apa pun.
6. Tutup mata dan tekan sudut mata secara perlahan
Setelah obat diteteskan, tutup mata dengan lembut selama sekitar 1-2 menit, Upayakan mata tidak berkedip atau dikucek. Anda dapat menekan perlahan sudut mata bagian dalam, di dekat hidung. Teknik ini dapat membantu mengurangi aliran obat melalui saluran air mata sehingga obat tetap berada di permukaan mata lebih lama dan mengurangi jumlah obat yang masuk ke saluran air mata.
7. Tutup kembali botol obat tetes mata
Tutup botol tetes mata dengan kuat. Ujung obat tetes mata jangan dilap atau dibilas. Bekas obat pada tangan dicuci sampai bersih untuk menghilangkan bekas obat.
Hindari Kebiasaan Ini Saat Menggunakan Obat Tetes Mata
Beberapa kebiasaan sederhana justru dapat meningkatkan risiko masalah saat menggunakan obat tetes, seperti:
- Menggunakan obat tetes milik orang lain.
- Menggunakan obat tanpa mengetahui kegunaannya.
- Menyentuhkan ujung botol ke mata.
- Menggunakan obat yang sudah kedaluwarsa.
- Mengabaikan petunjuk penyimpanan obat.
- Menghentikan obat yang diresepkan dokter tanpa berkonsultasi terlebih dahulu.
Perlu diingat, tidak semua mata merah, gatal, atau perih membutuhkan jenis obat tetes yang sama. Pemilihan obat sebaiknya disesuaikan dengan penyebab keluhan. Jika terdapat keluhan, konsultasikan kondisi anda dengan dokter mata di RS MATA MAKASSAR TALLASA CITY untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.
Sources:
Agustin, N. Tingkat Pengetahuan Masyarakat tentang Dagusibu Obat di Kelurahan Tanah Patah Kota Bengkulu. http://eprints.stikesalfatah.ac.id/id/eprint/73/1/KTI%20NELI%20AGUSTIN.pdf
Julianty, A.M. Sosialisasi Pemakaian Sediaan Obat Salep Mata dan Tetes Mata yang baik pada Masyarakat. https://journal.utnd.ac.id/index.php/JPMTND/article/download/786/404

