Mata merah merupakan keluhan yang cukup sering dialami oleh banyak orang. Kondisi ini dapat muncul setelah mata mengalami kelelahan, iritasi, kurang tidur, alergi, hingga infeksi. Dalam beberapa kasus, mata merah memang dapat membaik dengan perawatan sederhana di rumah. Namun, mata merah juga dapat menjadi tanda adanya masalah mata yang membutuhkan pemeriksaan dan penanganan medis.
Mengapa Mata Bisa Menjadi Merah?
1. Konjungtivitas (Mata Merah Menular)
Konjungtivitis, yang sering disebut sebagai pink eye atau mata merah, merupakan kondisi peradangan pada konjungtiva, yaitu lapisan tipis dan bening yang melapisi bagian dalam kelopak mata serta permukaan putih mata. Berdasarkan informasi sebagian besar kasus konjungtivitis disebabkan oleh infeksi virus. Namun, kondisi ini juga dapat dipicu oleh infeksi bakteri maupun reaksi alergi.
2. Alergi
Paparan terhadap debu, serbuk sari, bulu hewan, maupun zat iritan lainnya dapat memicu alergi pada mata. Kondisi ini biasanya ditandai dengan kemerahan, rasa gatal, dan mata berair yang terjadi pada kedua mata.
3. Iritasi Lingkungan
Paparan asap, debu, kandungan klorin dalam air kolam renang, serta kondisi udara yang kering dapat menimbulkan iritasi ringan pada mata sehingga menyebabkan mata terlihat kemerahan.
4. Mata Kering
Produksi air mata yang tidak mencukupi dapat menyebabkan permukaan mata mengalami kekeringan dan iritasi, sehingga mata terlihat kemerahan. Kondisi ini dapat semakin terasa setelah seseorang menatap layar komputer atau gawai dalam waktu yang cukup lama.
5. Perdarahan Subkonjungtiva
Kondisi ini dapat terjadi ketika pembuluh darah kecil di bawah permukaan mata mengalami pecah, misalnya akibat batuk atau bersin yang kuat maupun peningkatan tekanan secara tiba-tiba. Pada umumnya, kondisi tersebut tidak berbahaya dan dapat pulih dengan sendirinya seiring waktu
6. Penggunaan Lensa Kontak yang Tidak Tepat
Penggunaan lensa kontak terlalu lama atau tidak disertai dengan perawatan dan kebersihan yang baik dapat meningkatkan risiko terjadinya iritasi serta infeksi pada mata.
Kapan Mata Merah Masih Bisa Ditangani di Rumah?
Jika mata merah tergolong ringan dan tidak disertai nyeri hebat, gangguan penglihatan, atau gejala serius lainnya, beberapa langkah sederhana dapat dilakukan untuk membantu mengurangi keluhan.
Beberaapa langkah sederhana dapat dilakukan untuk membantu mengurangi keluhan:
-
Istirahatkan Mata
-
Hindari Mengucek Mata
-
Kompres dengan tepat
-
Hindari pemicu iritasi
Kapan Harus ke Dokter Mata?
-
Nyeri mata yang cukup berat atau berlangsung terus-menerus dan tidak kunjung mereda.
-
Penglihatan menjadi kabur atau mengalami penurunan secara tiba-tiba, termasuk berkurangnya ketajaman penglihatan.
-
Munculnya kotoran atau cairan mata berwarna kuning maupun hijau, yang dapat berkaitan dengan infeksi dan perlu dievaluasi oleh tenaga medis.
-
Mata menjadi sangat sensitif terhadap cahaya (fotofobia), terutama apabila keluhan tersebut muncul secara tiba-tiba atau disertai gejala lainnya.
-
Rasa mengganjal atau seperti ada benda asing di mata.
-
Pembengkakan pada kelopak mata atau area sekitar mata.
-
Demam atau gejala umum lainnya yang menyerttai kondisi mata.
Kenali Gejalanya, Jangan Abaikan Matanya.
Menjaga kesehatan mata tidak hanya dilakukan ketika penglihatan mulai terganggu. Ketika muncul keluhan pada mata, termasuk mata merah, penting untuk memperhatikan gejala yang menyertainya dan tidak melakukan pengobatan secara sembarangan.
Jika Anda mengalami mata merah yang menetap, semakin berat, atau disertai nyeri maupun gangguan penglihatan, konsultasikan kondisi Anda dengan dokter mata di RS MATA MAKASSAR untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.
Sources:
Siti Sarah Abdullah, dkk. Deteksi Penyakit Mata Merah Menggunakan Histogram Oriented Gradient dan Support Vector Machine. https://ejournal.upbatam.ac.id/index.php/prosiding/article/download/5259/2413.
Johan B. Bensio, dkk. Edukasi Pentingnya Menjaga Kesehatan Mata Di Era Digital. https://doi.org/10.61132/natural.v2i2.465.

