Perangkat digital seperti ponsel, komputer, tablet telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Bekerja, belajar, berkomunikasi hingga mencari hiburan kini dapat dilakukan melalui layar. Namun, semakin lama seseorang berada di depan layar, semakin sering pula muncul kekhawatiran mengenai paparan blue light atau cahaya biru. Menurut WHO meningkatnya penggunaan smartphone di era sekarang ini menimbulkan kekhawatiran akan efek radiasi blue light terhadap kesehatan mata. Secara global, hampir 18,9 juta anak di bawah usia 15 tahun mengalami gangguan tajam penglihatan dan mata kering.
Apakah benar cahaya biru dari layar digital dapat menyebabkan kerusakan mata? Atau justru kebiasaan menggunakan layar dalam waktu lama yang menjadi persoalan utama?
Mengenal Blue Light
Blue light adalah bagian dari spektrum cahaya yang dapat dilihat oleh manusia. Semakin panjang suatu gelombang, semakin sedikit pula energi yang ditransmisikan. Blue light memiliki energi tertinggi dan gelombang terpendek dengan getaran dalam kisaran 380 sampai 500 nanometer.
Cahaya biru tidak hanya berasal dari perangkat elektronik, tetapi juga merupakan bagian dari cahaya matahari dan sumber pencahayaan lainnya. Paparan cahaya biru pada siang hari memiliki peran dalam membantu mengatur ritme sirkadian, yaitu sistem biologis tubuh yang mengatur siklus tidur dan bangun. Oleh karena itu, blue light tidak dapat dikategorikan sebagai sesuatu yang sepenuhnya berbahaya bagi tubuh. Hal yang perlu diperhatikan adalah waktu, durasi, dan pola penggunaan layar, terutama ketika perangkat digunakan dalam waktu lama atau menjelang tidur.
Apakah Blue Light dari Layar Bisa Merusak Mata?
Paparan cahaya biru dalam jangka waktu yang panjang dapat menimbulkan dampak terhadap kesehatan mata dan tidak dapat dianggap sepele. The American Macular Degeneration menyebutkan bahwa paparan blue light berpotensi menyebabkan kerusakan pada retina, khususnya yang berkaitan dengan degenerasi makula. Degenerasi makula merupakan proses perubahan pada struktur dan fungsi retina yang dapat menyebabkan penurunan fungsi penglihatan secara bertahap, terutama apabila mata terus-menerus terpapar sinar biru. Apabila kondisi tersebut berlangsung dalam jangka panjang, kerusakan pada bagian pusat retina dapat berkembang dan memengaruhi makula. Gangguan pada makula dapat berupa degenerasi makula kering maupun berkembang menjadi bentuk basah. Kondisi yang semakin berat dapat menyebabkan penurunan penglihatan yang signifikan dan, pada kasus tertentu, berisiko menyebabkan kehilangan penglihatan.
Mengapa Mata Terasa Lelah Setelah Menatap Layar?
Salah satu masalah yang lebih sering terjadi adalah digital eye strain, yaitu keluhan mata yang muncul setelah penggunaan perangkat digital dalam waktu lama.
Gejalanya dapat berupa:
- Mata terasa lelah atau berat.
- Mata kering.
- Mata terasa perih atau tidak nyaman.
- Penglihatan buram sementara.
- Mata berair.
- Sakit kepala.
- Kesulitan mempertahankan fokus.
Saat seseorang berkonsentrasi menatap layar, frekuensi berkedip dapat berkurang. Kondisi tersebut dapat menyebabkan permukaan mata menjadi lebih kering dan memicu rasa tidak nyaman. Karena itu, keluhan tersebut lebih berkaitan dengan cara dan durasi penggunaan perangkat digital, bukan semata-mata karena blue light.
Bagaimana Cara Menjaga Kesehatan Mata saat Menggunakan Layar?
Penggunaan perangkat digital tidak harus dihentikan. Hal yang lebih penting adalah membangun kebiasaan penggunaan layar yang sehat.
1. Terapkan aturan 20-20-20
Salah satu cara sederhana untuk memberikan waktu istirahat bagi mata adalah aturan 20-20-20. Setelah sekitar 20 menit menatap layar, alihkan pandangan ke objek yang berjarak sekitar 20 kaki atau 6 meter selama setidaknya 20 detik.
2. Jangan lupa berkedip
Ketika menggunakan perangkat digital, biasakan berkedip secara teratur. Berkedip membantu menjaga permukaan mata tetap lembap dan dapat mengurangi keluhan mata kering.
3. Atur pencahayaan dan kurangi pantulan layar
Pastikan pencahayaan ruangan cukup dan nyaman. Pantulan cahaya pada layar dapat membuat mata bekerja lebih keras dan meningkatkan ketidaknyamanan saat menggunakan perangkat.
4. Perhatikan jarak dan posisi layar
Gunakan perangkat pada jarak yang nyaman dan posisikan layar sedikit di bawah garis pandang. Pengaturan posisi yang baik dapat membantu mengurangi ketegangan selama bekerja atau belajar di depan layar.
5. Batasi penggunaan layar sebelum tidur
Mengurangi penggunaan ponsel, komputer, atau tablet menjelang tidur dapat membantu menjaga pola tidur. American Academy of Ophthalmology (AAO) menyarankan menghindari penggunaan layar sekitar satu hingga dua jam sebelum tidur, sementara beberapa sumber kesehatan menyarankan pembatasan lebih awal pada malam hari.
6. Gunakan mode malam bila terasa lebih nyaman
Mode malam atau pengaturan warna layar yang lebih hangat dapat menjadi pilihan pada malam hari. Fitur tersebut dapat mengurangi paparan cahaya dengan komponen biru dan membuat tampilan layar terasa lebih nyaman.
Kapan Keluhan Mata Perlu Diperiksakan?
Mata lelah setelah menggunakan layar biasanya bersifat sementara. Namun, keluhan yang menetap atau semakin berat sebaiknya tidak diabaikan.
Jika mengalami penglihatan buram yang menetap, nyeri mata, mata merah yang tidak membaik, penurunan penglihatan, atau perubahan penglihatan yang muncul secara tiba-tiba. Konsultasikan kondisi anda dengan dokter mata RS MATA MAKASSAR TALLASA CITY untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.
Sources:
Hijami, N.A, dkk. Efek Paparan Blue Light dari Perangkat Digital Pada Kesehatan Mata dan Pola Tidur: Literature Riview.
_KESEHATAN_MATA_DAN_POLA_TIDUR_LITERATURE_REVIEW.
Hidayat, T.H, dkk. Hubungan Gelombang Cahaya Lampu dan Cahaya Biru dengan Kualitas Tidur Remaja Dewasa. https://doi.org/10.59024/bhinneka.v2i1.621.

