MAKASSAR — RS Mata Makassar resmi memulai pelaksanaan Program Pemagangan Nasional (MagangHub) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Batch 2 Angkatan II Tahun 2026. Sebanyak 29 peserta terbaik berhasil tersaring dari ribuan pendaftar dan secara resmi menyandang status sebagai peserta magang di salah satu rumah sakit rujukan kesehatan mata terkemuka di Sulawesi Selatan ini.
Penerimaan 29 peserta ini mencakup berbagai lintas disiplin ilmu dan profesi, mulai dari tenaga kesehatan hingga posisi strategis pendukung operasional dan manajemen rumah sakit.
Formasi Lengkap & Profesional Muda yang Terpilih

Selama masa pemagangan, para peserta tidak hanya ditempatkan pada posisi medis, tetapi juga dilibatkan langsung dalam ekosistem kerja profesional untuk mendukung optimalisasi layanan publik dan digitalisasi rumah sakit. Berikut adalah rincian formasi profesi yang dibuka pada batch kali ini:
- Tenaga Kesehatan : Perawat, Refraksionis Optisien (RO), CSSD, Farmasi, Pranata Laboratorium Kesehatan, Radiografer, serta Perekam Medis.
- Manajemen & Administrasi: Staf Administrasi Rumah Sakit, Tenaga Pemasaran serta Analis Hukum.
- Teknologi, Informasi & Digital: IT Support/Progrmmer.
Fasilitas Lengkap dan Pembekalan Profesional
Direksi RS Mata Makassar menyambut hangat para peserta melalui kegiatan orientasi dan pembekalan budaya kerja (hospital culture). Seluruh peserta yang lolos telah dipastikan mendapatkan perlindungan kerja dan fasilitas sesuai regulasi Kemnaker RI, antara lain:
- Uang Saku Bulanan: Diberikan sesuai regulasi UMK dengan memperhitungkan absensi.
- Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan: Mencakup Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) selama masa magang.
- Pendampingan Mentorship: Pembimbingan langsung oleh mentor profesional di tiap unit kerja.
- Sertifikat Pengalaman : Kesempatan mendapatkan sertifikat di akhir program untuk meningkatkan daya saing karier.
Komitmen RS Mata Makassar dalam Mencetak Talenta Unggul

Pihak manajemen RS Mata Makassar menegaskan bahwa program MagangHub ini bukan sekadar pemenuhan kuota, melainkan langkah nyata rumah sakit dalam mendukung program pemerintah untuk mencetak SDM unggul dan siap kerja di dunia kesehatan maupun industri kreatif. Para peserta diharapkan dapat menyerap ilmu secara maksimal, memberikan inovasi baru bagi pelayanan rumah sakit, serta menjaga profesionalisme dan standar mutu keselamatan pasien selama bertugas. (SI)

